Keistimewaan Malam Tarawih Yang Penuh Berkah: Dari Dosa Menuju Kesucian (Kuliah Ramadhan Seri 2)

Oleh: M Abdul Manan*

Dari Sahabat Sayidina Ali bin Abi Thalib RA beliau berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan solat tarawih di bulan suci ramadhan, beliau bersabda:  

“Pada malam pertama, orang mukmin dosa keluar dari dirinya, dia akan seperti bayi yang baru lahir”.

Malam Kedua, Allah SWT mengampuni dosa kedua orang tuanya apabila keduanya mukmin.  

Malam ketiga, ada panggilan di bawah ‘Arasy, mulailah kamu beramal kebaikan di bulan ramadhan, Allah SWT akan mengampuni dosa kamu yg telah lalu.

Malam Keempat, Allah SWT  memberikan pahala seperti membaca Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Zabur dan Kitab Al-Qur’an.

Allah SWT Dzat yang maha melipat gandakan pahala setiap hambanya yg ia kehendaki terlebih di bulan suci ramadhan,Sabda Nabi Muhammad SAW :

فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيهِ مُسْتَجَابَةٌ، وَالصَّدَقَاتُ مَقْبُولَةٌ، وَالْحَسَنَاتُ مُضَاعَفَةٌ، وَالْعَذَابُ مَدْفُوعٌ

“Sesungguhnya do’a di bulan Ramadhan dikabulkan, shodaqoh diterima, kebaikan dilipatgandakan, dan siksa akan dihilangkan”.

Malam Kelima, Allah SWT memberikan pahala Shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsa.

Ibadah solat yg kita lakukan baik yg wajib maupun yg sunnah seperti solat tarawih yg kita lakukan dibulan ramadhan mendidik jasmani,hati dan ruhani, semakin jasmani,hati dan ruhani kita dekat dengan sang pencipta Allam semesta Allah SWT maka mi’raj (derajat solat kita) akan menghantarkan pahala solat kita ke masjid masjid yg ada di buminya Allah SWT Sabda Nabi Muhammad SAW :

 الصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُسْلِمِينَ

“Solat itu adalah mi’rajnya seorang muslim”.

Pertanyaan buat kita adalah sudahkah Shalat kita bisa mendekatkan jasad, hati, ruh kita dengan Allah SWT ???

Mari kita sama-sama intraspeksi diri, dan memperbaiki agar Shalat kita sebagai Mikrajnya seorang muslim.

Malam Keenam, Allah SWT memberikan pahala Thawaf di Baitul Makmur, dan setiap bebatuan memohonkan ampunan.

Karunia Allah yg maha kasih sayang kepada hambanya begitu dahsyatnya menganugerahkan pahala yang tidak terhingga berupa Thawaf dan bebatuan turut memintakan ampun, tentunya kita harus terus bersyukur atas anugerah kasih sayang-Nya yang tiada tara untuk hambanya yg ta’at kepada Kholiknya.

Malam Ketujuh, Pahala malam ketujuh seakan orang yang melaksanakan tarawih bertemu dengan Nabi Musa AS, dan mengalahkan firaun dan haman.

Komitmen beribadah yang kita lakukan di bulan suci ramadhan baik ibadah puasa dan Shalat Tarawih dan ibadah yang lainnya membutuhkan kesungguhan dan niat yg tulus. Hal ini akan menghantarkan seorang hamba kederajat yang tinggi seperti derajat perjuangan para Anbiya Wal mursalin. Contohnya Nabi Musa AS yg mendapatkan gelar Ulul Azmi yang memiliki kesabaran dan keteguhan hati dalam beribadah dan dakwahnya melawan kemungkaran yang dilakukan oleh fir’aun La’natullah.

Malam Kedelapan, Allah SWT memberikan pahala seperti pahala Nabi Ibrahim AS.

Perjuangan Nabi Ibrahim yang luar biasa dalam menegakan Aqidah Islam berhadapan dengan Raja Namruz yang terusik keyakinannya sehingga murka kepada Nabi Ibrahim AS, kemudian menangkap dan membakarnya hidup-hidup, namun Allah SWT menyelamatkannya dan memadamkan api sehingga perjuangan Nabi Ibrahim AS berhasil membawa agama tauhid / agama Islam, dan mendapat gelar Ulul Azmi.

Malam Kesembilan, Allah SWT memberikan pahala seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad SAW.

Ibadah baginda kita Nabi Muhammad SAW sangat luar biasa sampai kakinya bengkak karena kebanyakan shalat padahal beliau sudah di jamin masuk surga, bahkan beliau akan memberikan Syafa’at kepada kita yang gemar membaca solawat dan tentunya mahabbah kepada beliau, semoga kelak kita semuanya mendapatkan Syafa’at dari beliau.

 اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله سيدنا محمد

Malam Kesepuluh, Allah SWT memberikan dua kebaikan, kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

Setiap kita ingin meraih kehidupan yang baik sesuai dengan do’a yang kita panjatkan, “Ya Allah anugerahilah kami kehidupan yang baik di dunia dan akhirat dan jauhkan kami dari azab api neraka”.

Malam Kesebalas, Keluar dari dunia (meninggal) seperti bayi yang baru dilahirkan Ibunya.

Dambaan setiap mu’min ingin kembali kepada fitrahnya yakni kebersihan jasad, hati, dan ruh. Kembali seperti bayi yang baru dilahirkan ketika menghadap Allah SWT. Mudah-mudahan ibadah puasa dan tarawih serta ibadah lainnya yang kita lakukan menjadi proses yang akan menjadikan kita kembali seperti bayi yg baru lahir tanpa dosa sedikitpun.

Malam Keduabelas, Wajahnya ketika datang hari kiamat bercahaya laksana bulan purnama.

Ibadah solat yang wajib dan yang sunnah kita lakukan didahului dengan berwudhu ada sebuah do’a yang kita panjatkan ketika membasuh muka, “Ya Allah bersihkan lah wajahku pada hari dibersihkan dan dihitamkan wajah-wajah “.

Semoga atsar wudu dan solat yang kita lakukan dijadikan oleh Allah SWT cahaya pada hari kiamat.

Malam Ketigabelas, Dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari kejelekan.

Hari kiamat adalah hari pembalasan seluruh amal yang kita lakukan selama di dunia, pada hari itu manusia dari zaman Nabi Adam AS dan Nabi Muhammad SAW amalnya baik dan buruk akan ditimbang, meskipun hanya sebesar biji zarroh semuanya akan diperlihatkan balasannya dan Allah SWT adalah hakim yang seadil-adilnya, kita berdo’a dengan penuh pengharapan di momen ramadhon yang berkah agar ibadah kita diterima semuanya, menjadikan kita kelak pada hari kiamat selamat aman damai sentosa masuk ke dalam Syurganya Allah SWT.

Malam Keempatbelas, Malaikat bersaksi, sungguh orang-orang yang melaksanakan solat tarawih tidak akan di hisab pada hari kiamat.

Perjalanan kehidupan manusia akan mengalami perjalanan yang sangat panjang dan abadi salah satunya juga akan masuk ke pintu hisab, ditimbang amal ibadah kita selama di dunia, ada yang hisabnya gampang ada yang sulit tergantung perbuatan di dunia. Semoga hisab kita yang melaksanakan shalat tarawih malam ke empat belas di mudahkan oleh Allah SWT.

Malam Kelimabelas, Memintakan ampun Para Malaikat Hamalatul Arsyi dan Kursi.

Ramadhan malam yang penuh ampunan dibukakan pintu langit dan surga. Sudah seyogyanya kita terus meningkatkan ibadah ibadah kita agar kita semuanya mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Sabda Nabi Muhammad SAW: “apabila telah datang awal ramadhan maka ada seruan, siapa orang yang mencintai aku maka aku akan mencintainya, siapa orang yang mencari aku, aku akan mencarinya, siapa orang mohon ampun maka aku akan mengampuninya, karena menghormat bulan ramadhan”. Semoga kita mendapatkan kecintaan dan ampunan dari Allah SWT.

Malam Keenambelas, Allah SWT memberikan pahala yang dicatat sebagai orang yang selamat dari panasnya api neraka dan dimasukan ke dalam surga.

Setiap orang mukmin mendambakan kehidupan yang baik di dunia terlebih kelak di akhirat, dalam do’a yang kita panjatkan selepas shalat “Ya Allah kami memohon kepada engkau ridhomu untuk masuk ke dalam surgamu”.

Malam Ketujuhbelas, Di berikan pahala para Anbiya (Nabi Nabi nya Allah SWT).

Ibadah yang kita lakukan ini mengikuti agama tauhid yang dibawa para nabi dan rosul terdahulu yang disempurnakan oleh Nabi kita Muhammad SAW. Tentunya dengan keimanan, keikhlasan serta kekhusu’an yang disertai dengan ilmunya. Kita berharap kepada Allah SWT mudah-mudahan ibadah kita diterima dan menghantarkan derajat kita yang tinggi di sisi Allah SWT.

Malam Kedelapanbelas, Malaikat memanggil-manggil: Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridho kepadamu dan kedua orang tuamu.

Ibadah yg kita lakukan selama hidup didunia tidak akan bisa memasukan kita kedalam surganya Allah SWT,yang akan memasukan kita kedalam surga adalah rudho dan rahmatnya semoga kita dan kedua orang tua kita di ridhoi Allah SWT.

Malam Kesembilanbelas, Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang melaksanakan tarawih ke dalam surga firdaus.

Allah SWT memberikan balasan kepada hambanya sesuai dengan amal ibadah yang dilakukan hambanya di dunia, pahala yang akan diberikan untuk orang yang melaksanakan tarawih malam sembilan belas adalah surga firdaus.

Malam Keduapuluh, Diberikan pahala Syuhada (orang-orang yang mati sahid) dan Sholihin (orang-orang yang soleh).

Dambaan setiap muslim dan muslimat ingin menjadi syuhada dan solihin, namun itu semuanya harus dicapai dengan latihan-latihan pembersihan jiwa, hati, dan ruh. Serta perjuangan dalam ibadah mahdoh (ibadah kepada Allah) dan ibadah ghoiru mahdoh (ibadah sosial) yang harus kita jalankan secara ikhlas serta continue hanya mengharap ridho kepada Allah SWT tanpa pamrih, mengharap sanjungan dan pujian manusia. Tentu hanya dengan harapan penuh kepada Allah semata. Mudah-mudahan kita dicatat sebagai pejuang/syuhada dan solihin di sisi Allah SWT. Wallahua’lam.

*Penulis adalah Kepala MTs Al-Ikhlas Depok sekaligus Wakil Rois Syuriah Pengurus Ranting NU Leuwinanggung

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *